GemaIndonesianews | TANGERANG — SMP Negeri 1 Pasar Kemis mencatatkan prestasi tentang teknologi tepat guna (TTG) yang membanggakan dengan ditunjuk sebagai Bank Ecoenzyme, yang menjadi percontohan pertama di tingkat Kabupaten Tangerang. Inovasi ini mengubah sampah organik, khususnya kulit buah dan sisa sayuran yang selama ini dibuang, menjadi produk bernilai guna tinggi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMPN 1 Pasar Kemis, Eko Susanto, menjelaskan bahwa keberadaan Bank Ecoenzyme ini bukan sekadar program pelengkap, melainkan wujud nyata kepedulian sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan terhadap lingkungan hidup sekaligus sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
“Kami ingin mengajarkan kepada seluruh warga sekolah bahwa sampah bukan selalu berakhir di tempat pembuangan. Sampah yang benar-benar dipilah dan diolah dapat berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kulit buah yang biasanya dibuang begitu saja, kini kami ubah menjadi cairan ecoenzyme yang memiliki banyak kegunaan,” ujar Eko Susanto, Selasa (7/10/2026).
Cara pengolahan yang diterapkan pun sederhana namun efektif. Siswa dibimbing untuk mengumpulkan sisa kulit buah dari kegiatan pembiasaan makan bergizi yang dilaksanakan setiap hari jum’at pagi sebelum kegiatan pembelajaran di sekolah. Proses pembuatan ecoenzyme, bahan baku utamanya adalah sisa kulit buah yang telah dipilih dan dibersihkan kemudian mencampurnya dengan gula merah dan air dalam takaran tertentu dan disimpan pada tempat yang sesuai dengan ketentuan, kemudian didiamkan selama beberapa bulan hingga mengalami proses fermentasi. Hasilnya berupa cairan ecoenzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk tanaman, hingga pengusir hama tanpa bahan kimia berbahaya.
“Produk ecoenzyme ini nantinya dapat digunakan untuk membersihkan ruang kelas, menyiram tanaman di lingkungan sekolah, maupun dibagikan kepada warga masyarakat sekitar. Nilai ekonominya juga dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga siswa belajar sekaligus peduli lingkungan dan berwawasan usaha,” tambah Eko.
Program ini mendapat sambutan hangat dari kepala sekolah, guru, siswa maupun orang tua murid. Kini para siswa terbiasa memilah sisa kulit buah yang dihasilkan dari kegiatan pembiasaan tersebut untuk diolah bersama menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Dengan berdirinya Bank Ecoenzyme ini, SMPN 1 Pasar Kemis berharap dapat menjadi teladan bagi sekolah lain di Kabupaten Tangerang. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini agar manfaatnya semakin terasa luas, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga merambah ke masyarakat luas.
“Semoga langkah kecil ini dapat menginspirasi daerah lain. Bersama-sama kita jaga lingkungan, mulai dari hal yang paling sederhana,” harap Eko Susanto
Red













