GemaIndonesiawes.com, Kota Tangerang| Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengakselerasi rencana pembangunan Simpang Tidak Sebidang (STS) atau Flyover Sudirman. Langkah konkret diwujudkan lewat penguatan koordinasi lintas instansi guna merampungkan dokumen kriteria kesiapan (readiness criteria) serta pemenuhan seluruh persyaratan teknis sebelum tahapan konstruksi dimulai.
Penyusunan dokumen strategis ini melibatkan kolaborasi intensif antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengungkapkan bahwa konsolidasi antardinas telah dilakukan guna membedah setiap aspek persiapan secara terperinci.
Pembahasan tidak hanya mencakup kelengkapan administratif, tetapi juga menyangkut aspek pengadaan lahan serta koordinasi pengalihan aset Jalan Sudirman yang saat ini berstatus di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
“Kami telah menggelar rapat koordinasi untuk mengawal progres STS Sudirman. Seluruh instrumen kesiapan kami bahas mendalam, mulai dari readiness criteria, proses perencanaan pengadaan lahan, hingga tindak lanjut status aset jalan bersama Pemprov Banten,” jelas Yeti.
Selain dokumen kesiapan dasar, Pemkot Tangerang secara simultan menyelaraskan berkas teknis krusial lainnya, meliputi Detail Engineering Design (DED), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta pemetaan relokasi utilitas di sepanjang koridor proyek. Hal ini dinilai vital agar eksekusi di lapangan kelak tidak terhambat kendala jaringan utilitas publik.
Yeti menambahkan, percepatan tahapan pendahuluan mulai digulirkan secara terstruktur, termasuk penyusunan korespondensi resmi dan komunikasi intensif ke kementerian serta pemangku kepentingan terkait.
Kematangan fase persiapan ini diharapkan menjaga seluruh target pembangunan tetap berada pada jadwal yang telah ditetapkan.
Proyek STS Sudirman diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam meretas titik kemacetan di kawasan perlintasan Stasiun Tanah Tinggi dan poros Sudirman, sekaligus memperlancar arus mobilitas warga serta mendongkrak efisiensi konektivitas antarwilayah di Kota Tangerang.













