GemaIndonesianews -Tangerang – Sebanyak 6,6 juta warga Banten telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari total 12,9 juta penduduk yang menjadi sasaran program tersebut. Pemerintah Provinsi Banten terus memperluas pelaksanaan pemeriksaan kesehatan untuk mendorong deteksi dini berbagai penyakit.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, program CKG saat ini digelar di dua hingga tiga titik setiap pekan. Ia bersama kepala daerah di kabupaten dan kota rutin turun langsung meninjau pelaksanaan program, terutama setiap Senin dan Kamis.
“Sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya. Ini menunjukkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” kata Andra saat meninjau layanan CKG di GOR Kitri Bhakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).
Menurut Andra, pemeriksaan dalam program tersebut meliputi sejumlah indikator kesehatan dasar, seperti kadar gula darah, tekanan darah, keluhan umum, hingga pemeriksaan paru-paru. Pemeriksaan paru-paru dinilai penting untuk mendukung deteksi dini kasus tuberkulosis (TBC).
“Temuan penyakit di lapangan masih didominasi oleh potensi diabetes dan tekanan darah tinggi. Obatnya juga sudah kami siapkan untuk tindak lanjut,” ujarnya.
Salah satu warga yang memanfaatkan layanan tersebut adalah Fajar Nurhuda (51), warga Kampung Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Setelah tiga tahun tidak menjalani pemeriksaan kesehatan, Fajar memanfaatkan layanan CKG untuk mengetahui kondisi tubuhnya secara menyeluruh.
Fajar mengaku pernah menjalani perawatan akibat penyakit ginjal pada Mei 2023. Setelah itu, ia tidak kembali melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Saya pernah dirawat karena sakit ginjal pada Mei 2023 dan setelah itu tidak pernah periksa lagi. Mumpung ada pemeriksaan gratis, saya periksa semuanya untuk pencegahan sejak dini,” kata mantan karyawan pabrik tersebut.
Warga lainnya, Neneng (56), juga mengaku terbantu dengan program tersebut. Warga Kampung Sukabakti itu mengatakan pemeriksaan CKG menjadi kesempatan pertamanya menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
“Kata dokter darah saya normal, cuma kolesterol tinggi dan ada masalah di lambung. Alhamdulillah karena gratis, saya langsung dikasih obat. Sekarang saya jadi tahu kondisi kesehatan saya,” ujarnya.
CKG Tangerang Lampaui Target
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengatakan, pelaksanaan CKG di wilayahnya telah melampaui target. Hingga saat ini, sekitar 1,7 juta warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan atau mencapai 100,7 persen dari target 1,6 juta jiwa.
Capaian tersebut didukung sistem jemput bola yang dilakukan tenaga kesehatan melalui puskesmas, rumah sakit, hingga sekolah.
“Kami terus bergerak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam cek kesehatan gratis ini. Hal ini sejalan dengan arahan kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan masyarakat yang sehat,” kata Maesyal.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memperkuat upaya penemuan kasus TBC. Sebanyak 28 tenaga kesehatan khusus paru-paru disiagakan untuk mendukung pemeriksaan tersebut, di samping 48 tenaga kesehatan yang menangani pelayanan CKG secara umum.
Pemerintah Provinsi Banten juga menggalakkan program TOS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) sebagai bagian dari upaya pengentasan TBC.
Andra mengimbau masyarakat tidak takut ketika mendapatkan diagnosis TBC dan segera menjalani pengobatan hingga tuntas. Menurut dia, deteksi dan penanganan sejak dini menjadi bagian penting dalam memutus penularan penyakit tersebut.
Red













