Pemerintahan

Suahasil Nazara Ambil Alih Kemenkeu, Tantangan Fiskal Langsung Menanti

×

Suahasil Nazara Ambil Alih Kemenkeu, Tantangan Fiskal Langsung Menanti

Sebarkan artikel ini

GemaIndonesianews | JAKARTA – Suahasil Nazara kini berada di posisi teratas Kementerian Keuangan. Wakil Menteri Keuangan tersebut dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Senin (14/9/2026).

Perubahan pucuk pimpinan Kementerian Keuangan ini menempatkan Suahasil pada posisi yang jauh berbeda. Selama bertahun-tahun ia berada di balik pengambilan dan pelaksanaan kebijakan fiskal sebagai wakil menteri. Kini, seluruh kendali kebijakan kementerian berada di tangannya.

Suahasil dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta. Kehadirannya di Istana sejak Senin pagi menjadi salah satu tanda pergantian kepemimpinan di kementerian yang memegang peranan penting dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Dari Pendamping Menjadi Pengambil Keputusan

Penunjukan Suahasil dapat dipandang sebagai kesinambungan dari dalam tubuh Kementerian Keuangan. Ia bukan figur baru dalam kebijakan fiskal karena telah mendampingi menteri sebelumnya dan memahami secara langsung berbagai agenda kementerian.

Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Pengalaman panjang tersebut membuatnya memiliki pemahaman mengenai penyusunan APBN, penerimaan negara, belanja pemerintah hingga pembiayaan.

Namun, menjadi menteri membawa tanggung jawab berbeda.

Sebagai Wamenkeu, Suahasil berada dalam posisi mendukung dan membantu pengambilan kebijakan. Kini ia harus menentukan arah, mengambil keputusan strategis dan memastikan kebijakan fiskal pemerintah berjalan sesuai target.

APBN 2027 Jadi Ujian Awal

Tugas pertama yang menanti Suahasil tidak ringan. Sejumlah agenda Kementerian Keuangan telah berjalan dan harus dilanjutkan, termasuk persiapan pelaksanaan APBN serta pembahasan kebijakan fiskal untuk 2027.

Sebelum pergantian terjadi, Purbaya masih aktif menjalankan agenda kementerian. Pada 7 September 2026, misalnya, Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI menyepakati pagu anggaran Kemenkeu untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp49,80 triliun.

Kini, kesinambungan kebijakan tersebut berada di bawah kepemimpinan Suahasil.

Selain memastikan program kementerian berjalan, ia juga menghadapi pekerjaan besar dalam menjaga penerimaan negara, mengendalikan belanja, mengelola pembiayaan APBN serta mempertahankan kepercayaan pelaku usaha dan pasar.

Bukan Sekadar Pergantian Menteri

Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian karena posisi tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap arah perekonomian nasional.

Suahasil dituntut tidak hanya melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan, tetapi juga memastikan kebijakan fiskal mampu mendukung agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Pengalaman panjang di Kementerian Keuangan menjadi modal awal. Namun, efektivitas kepemimpinannya akan diuji melalui kemampuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja negara, penerimaan, pembiayaan dan stabilitas fiskal.

Sementara itu, berbagai spekulasi mengenai alasan pergantian Purbaya sebelumnya berkembang seiring isu reshuffle kabinet. Namun, spekulasi tersebut perlu dipisahkan dari keputusan resmi Presiden.

Purbaya pada 10 September 2026 juga sempat membantah isu dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia menegaskan proses pengisian jabatan dilakukan secara profesional dan berdasarkan kinerja.

Kini, perhatian beralih kepada Suahasil.

Dari kursi wakil menteri, ia naik menjadi orang nomor satu di Kementerian Keuangan. Beban berikutnya bukan sekadar mempertahankan ritme kementerian, tetapi memastikan kebijakan fiskal tetap kredibel sekaligus mampu menopang target pembangunan pemerintah.

Suahasil kini tak lagi sekadar mendampingi pengambil keputusan. Ia menjadi pengambil keputusan utama di salah satu kementerian paling strategis dalam pemerintahan.

Red